Sabtu, 27 September 2014

TUGAS ANALISIS KESALAHAN BAHASA



ANALISIS KESALAHAN BEERBAHASA TATARAN SINTAKSIS PADA KORAN RIAU POS MINGGU 10 AGUSTUS 2014
Pada Koran riau pos ini masih terdapat kesalahan dalam segi bahasa tulis, dimana kesahan tersebut akan dijelaskan dibawah ini:
1.    Susunan kata yang tidak tepat
Kesalahan dari segi ini terdapat pada halaman 12 dengan  judul berita “jajal amunisi anyar” pada paragraf ke 3 yaitu
a.    Itu adalah kali pertama  bagi arsenal menjalani laga ajang yang bertajuk charity shield itu setelah tahun 2005.
b.    Benar-benar waktunya diluar kuliahnya terisi untuk kegiatan yang berbau positif (halam 17 paragraf 3 dengan judul berita obsesi pendidik).
Susunan kata yang dicetak miring pada kalimat diatas tidak sesuai dengan kaidah bahasa. Sebaiknya diperbaiki menjadi kalimat berikut ini
a.    Itu adalah pertama  kali bagi arsenal menjalani laga ajang yang bertajuk charity shield itu setelah tahun 2005.
b.    Waktu diluar kuliahnya benar-benar terisi untuk kegiatan yang berbau positif.




2.    Penggunaan unsur yang berlebihan atau mubazir
a.    Kami mengharapkan jangan ada lagi penyiksaan terhadap kami dengan kebijakan yang menyusahkan kami (halaman 13 paragraf ke lima dengna judul solar dibatas, masalah tak tuntas)
b.    Nisa mengaku sudah banyak-banyak lupa, namun deretan tropi yang pernah diraihnya turut menjadi saksi bahwa perjalanan masa remaja diisi dengan hal yang positif.(halaman 17 paragraf 5 dengan topik obsesi pendidik)
c.    Jika  pemahaman tentang nilai-nilai kebaikan diajarkan sejak dini, anak kepribadian anak  juga semakin kokoh seiring pertumbuhan usianya(halaman 19 paragraf 7 dengan judul berita agama, jalan pulang )
d.   Manusia adalah makhluk yang mempunyai beberapa kebutuhan baik itu kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani untuk melangsungkan hidup dan kehidupnya(halaman 19 paragraf 4 dengan judul pendidikan buat remaja)
e.    Hanya saja kemudian mendistribusikannya itu yang susah. (halaman 26 paragraf ke 23 dengan judul berita  buku local dipandang sebelah mata)
Kata yang dictak miring diatas merupakan kata yang mubazir dalam kalimat tersebut. Sebaiknya perbaikan kalimat diatas menjadi
a.    Kami mengharapkan jangan ada lagi penyiksaan terhadap kami dengan kebijakan yang menyusahkan kami
b.    Nisa mengaku sudah banyak lupa, namun deretan tropi yang pernah diraihnya turut menjadi saksi bahwa perjalanan masa remaja diisi dengan hal yang positif.
c.    Jika  pemahaman tentang nilai-nilai kebaikan diajarkan sejak dini, kepribadian anak  juga semakin kokoh seiring pertumbuhan usianya
d.   Manusia adalah makhluk yang mempunyai beberapa kebutuhan baik itu kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani untuk melangsungkan hidupnya
e.    Hanya saja mendistribusikannya itu yang susah. (halaman 26 paragraf ke 23 dengan judul berita  buku local dipandang sebelah mata)

3.    Adanya pengaruh bahasa daerah
a.         Hingga juni 2014 ini, kuota bulanan sudah jebol kalau tidak diantisipasi akhir tahun antrian akan terjadi lagi(halaman13 paragraf 3 dengan judul beita pencuri subsidi).
b.         Lalu bisa nggak pertamina menindaknya? Jawabnya hehe itu bukan gawenya pertamina(halaman13 paragraf 5 dengan judul beita pencuri subsidi).
c.         Sementara disisi kiri terlihat petani lainnya sibuk dengan menyulak sabut kelapa. (halaman 16 paragraf ke 5 dengan judul berita ketika bongkahan kelapa tak lagi menjamin)
d.        Kondisi kelapa yang kerap anjlok tersebut membuat kalangan petani kelapa semakin menjerit(halaman 16 paragraf ke 10 dengan judul berita ketika bongkahan kelapa tak lagi menjamin)
e.         Kalau kamu ngotot dengan kebenaran teori itu silahkan praktikan untuk dirimu sendiri dulu, baru mengajari temanmu yang lain. (halaman 20 paragraf ke 4 dengan judul cerita anak)
Dalam ragam baku unsur-unsur yang dicetak miring pada kalimat (a)-(e) diatas merupakan penggunaan frasa yang salah. Dalam hal ini disebabkan adanya pengaruh bahasa daerah, kelima frasa diatas sebaiknya diganti dengan banjir, pekerjaan atau kerjanya, mengupas, turun, dan bersikukuh. Sehingga perbaikan kelima kalimat diatas sebagai berikut:
a.         Hingga juni 2014 ini, kuota bulanan sudah banjir kalau tidak diantisipasi akhir tahun antrian akan terjadi lagi Lalu bisa tidak pertamina menindaknya? Jawabnya hehe itu bukan kerjanya pertaminaSementara disisi kiri terlihat petani lainnya sibuk dengan mengupas sabut kelapa.
b.        Kondisi kelapa yang kerap turun tersebut membuat kalangan petani kelapa semakin menjerit
c.         Kalau kamu bersikukuh dengan kebenaran teori itu silahkan praktikan untuk dirimu sendiri dulu, baru mengajari temanmu yang lain.

4.        Penjamakan yang ganda
a.         Pihak keluarga almarhum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh teman-temannya maupun kerabat apabila semasa hidupnya almarhum ada kesalahan
b.        Padahal banyak persoalan-persoalan keluarga terutama malah ibu dan anak yang belum terpantau dengan baik oleh aparat berwenag(halaman 24 paragraf 4 dengan judul berita psga uin gelar ketahanan keluarga)
5.        Kalimat yang tidak logis
a.         Hal ini menurut salah seorang seniman Riau, Hang Kafrawi tidak bisa tidak harus fokus melakukannya(halaman 26 paragraf ke 1 dengan judul berita bentuk badan penerbitan riau)
Perbaikan dari kalimat diatas adalah
a.         Hal ini menurut salah seorang seniman Riau, Hang Kafrawi tidak bisa  jika tidak fokus melakukannya



ANALISIS KESALAHAN BEERBAHASA TATARAN SINTAKSIS PADA KORAN RIAU POS MINGGU 10 AGUSTUS 2014
Pada Koran riau pos ini masih terdapat kesalahan dalam segi bahasa tulis, dimana kesahan tersebut akan dijelaskan dibawah ini:
1.    Susunan kata yang tidak tepat
Kesalahan dari segi ini terdapat pada halaman 12 dengan  judul berita “jajal amunisi anyar” pada paragraf ke 3 yaitu
a.    Itu adalah kali pertama  bagi arsenal menjalani laga ajang yang bertajuk charity shield itu setelah tahun 2005.
b.    Benar-benar waktunya diluar kuliahnya terisi untuk kegiatan yang berbau positif (halam 17 paragraf 3 dengan judul berita obsesi pendidik).
Susunan kata yang dicetak miring pada kalimat diatas tidak sesuai dengan kaidah bahasa. Sebaiknya diperbaiki menjadi kalimat berikut ini
a.    Itu adalah pertama  kali bagi arsenal menjalani laga ajang yang bertajuk charity shield itu setelah tahun 2005.
b.    Waktu diluar kuliahnya benar-benar terisi untuk kegiatan yang berbau positif.




2.    Penggunaan unsur yang berlebihan atau mubazir
a.    Kami mengharapkan jangan ada lagi penyiksaan terhadap kami dengan kebijakan yang menyusahkan kami (halaman 13 paragraf ke lima dengna judul solar dibatas, masalah tak tuntas)
b.    Nisa mengaku sudah banyak-banyak lupa, namun deretan tropi yang pernah diraihnya turut menjadi saksi bahwa perjalanan masa remaja diisi dengan hal yang positif.(halaman 17 paragraf 5 dengan topik obsesi pendidik)
c.    Jika  pemahaman tentang nilai-nilai kebaikan diajarkan sejak dini, anak kepribadian anak  juga semakin kokoh seiring pertumbuhan usianya(halaman 19 paragraf 7 dengan judul berita agama, jalan pulang )
d.   Manusia adalah makhluk yang mempunyai beberapa kebutuhan baik itu kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani untuk melangsungkan hidup dan kehidupnya(halaman 19 paragraf 4 dengan judul pendidikan buat remaja)
e.    Hanya saja kemudian mendistribusikannya itu yang susah. (halaman 26 paragraf ke 23 dengan judul berita  buku local dipandang sebelah mata)
Kata yang dictak miring diatas merupakan kata yang mubazir dalam kalimat tersebut. Sebaiknya perbaikan kalimat diatas menjadi
a.    Kami mengharapkan jangan ada lagi penyiksaan terhadap kami dengan kebijakan yang menyusahkan kami
b.    Nisa mengaku sudah banyak lupa, namun deretan tropi yang pernah diraihnya turut menjadi saksi bahwa perjalanan masa remaja diisi dengan hal yang positif.
c.    Jika  pemahaman tentang nilai-nilai kebaikan diajarkan sejak dini, kepribadian anak  juga semakin kokoh seiring pertumbuhan usianya
d.   Manusia adalah makhluk yang mempunyai beberapa kebutuhan baik itu kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani untuk melangsungkan hidupnya
e.    Hanya saja mendistribusikannya itu yang susah. (halaman 26 paragraf ke 23 dengan judul berita  buku local dipandang sebelah mata)

3.    Adanya pengaruh bahasa daerah
a.         Hingga juni 2014 ini, kuota bulanan sudah jebol kalau tidak diantisipasi akhir tahun antrian akan terjadi lagi(halaman13 paragraf 3 dengan judul beita pencuri subsidi).
b.         Lalu bisa nggak pertamina menindaknya? Jawabnya hehe itu bukan gawenya pertamina(halaman13 paragraf 5 dengan judul beita pencuri subsidi).
c.         Sementara disisi kiri terlihat petani lainnya sibuk dengan menyulak sabut kelapa. (halaman 16 paragraf ke 5 dengan judul berita ketika bongkahan kelapa tak lagi menjamin)
d.        Kondisi kelapa yang kerap anjlok tersebut membuat kalangan petani kelapa semakin menjerit(halaman 16 paragraf ke 10 dengan judul berita ketika bongkahan kelapa tak lagi menjamin)
e.         Kalau kamu ngotot dengan kebenaran teori itu silahkan praktikan untuk dirimu sendiri dulu, baru mengajari temanmu yang lain. (halaman 20 paragraf ke 4 dengan judul cerita anak)
Dalam ragam baku unsur-unsur yang dicetak miring pada kalimat (a)-(e) diatas merupakan penggunaan frasa yang salah. Dalam hal ini disebabkan adanya pengaruh bahasa daerah, kelima frasa diatas sebaiknya diganti dengan banjir, pekerjaan atau kerjanya, mengupas, turun, dan bersikukuh. Sehingga perbaikan kelima kalimat diatas sebagai berikut:
a.         Hingga juni 2014 ini, kuota bulanan sudah banjir kalau tidak diantisipasi akhir tahun antrian akan terjadi lagi Lalu bisa tidak pertamina menindaknya? Jawabnya hehe itu bukan kerjanya pertaminaSementara disisi kiri terlihat petani lainnya sibuk dengan mengupas sabut kelapa.
b.        Kondisi kelapa yang kerap turun tersebut membuat kalangan petani kelapa semakin menjerit
c.         Kalau kamu bersikukuh dengan kebenaran teori itu silahkan praktikan untuk dirimu sendiri dulu, baru mengajari temanmu yang lain.

4.        Penjamakan yang ganda
a.         Pihak keluarga almarhum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh teman-temannya maupun kerabat apabila semasa hidupnya almarhum ada kesalahan
b.        Padahal banyak persoalan-persoalan keluarga terutama malah ibu dan anak yang belum terpantau dengan baik oleh aparat berwenag(halaman 24 paragraf 4 dengan judul berita psga uin gelar ketahanan keluarga)
5.        Kalimat yang tidak logis
a.         Hal ini menurut salah seorang seniman Riau, Hang Kafrawi tidak bisa tidak harus fokus melakukannya(halaman 26 paragraf ke 1 dengan judul berita bentuk badan penerbitan riau)
Perbaikan dari kalimat diatas adalah
a.         Hal ini menurut salah seorang seniman Riau, Hang Kafrawi tidak bisa  jika tidak fokus melakukannya

Rabu, 17 September 2014

Contoh Frasa Endosentris, Eksosentris dan Kategori frasa

TUGAS MK SINTAKSIS
Nama : Seh Panglipur
Kelas : 5f
Npm : 126210178
SUMBER KORAN RIAU POS TANGGAL 19 AGUSTUS 2014
A.    Frasa endosentrik
1.      frasa endosentrik yang atributif
a.      Pesawat tempur  (halaman 21 paragraf pertama)
b.      Sertifikat tanah (halaman 24   paragraf 2  )
c.       Panen ikan  (halaman 23 paragraf  2)
d.      Minyak bensin (halaman 26 paragraf kedua )
e.       Truk kayu (halaman 43  paragraf pertama  )
f.        Kantor bupati (halaman 41  paragraf  pertama)
Kata-kata yang di cetak miring dalam frasa diatas yaitu pesawat, panen, minyak, truk, dan kantor merupakan unsur pusat  (UP), yaitu unsur yang secara distribusional merupakan unsur yang terpenting. Sedangkan unsur lainnya merupakaan atribut(Art)
2.        frasa endosentrik yang apositif
a.       Bupati  bengkalis H. herliyan saleh memberi apresiasi dan penghargaan (halaman   24 paragraf   pertama )
b.      Ketua kwarcab 09 gerakan pramuka siak Drs. H alfedri Msi
c.       Bupati pelalawan HM Haris (halaman 28 paragraf pertama )
d.      Bupati siak Drs. H Syamsuar(halaman 42 paragraf 1)
e.       Ketua DPRD siak Zulfi Mursal(halaman 42 paragraf pertama)
Unsur Bupati Bengkalis , Ketua Kwarcab, Bupati siak, Ketua DPRD merupakan UP sedangkan H. herliyan saleh, Drs. H alfedri Msi, HM Haris, Drs. H Syamsuar , Zulfi Mursal merupakan apositf. Selain termasuk pada frase apositif juga termasuk pada frasa nomina kooerdinatif karena keduanya hanya bersifat saling menjelaskan.
3.      Frase endosentrik yang koordinatif
a.       Ciputan bandung (halaman 21   paragraf  2  )
b.      Perkebunan dan pertanian (halaman 23   paragraf  5)
c.       Ibu-ibu masyarakat  (halaman  22 paragraf  1)
d.      Antar jemput  (halaman  25 paragraf ke 5)
e.       Siang  petang (halaman  25  paragraf 6 )
f.       Pelatih dan Pembina (halaman 23  paragraf 1 )
g.      Sarana prasana (halaman 22 paragraf 7)
Berdasarkan kategori kata atau frasa yang menjadi unsurnya
1.      Frase nominal
a.       Gedung box hunian narapidana
Kata diatas terdiri dari kata nominal semua yaitu kata gedung sebagai UP dan diikuti kata box hunian narapidana sebagai UP. Hal ini tergolong pada N diikuti N.
2.      Frasa nomina subordinatif
a.       Perbaikan jalan (halaman 25paragraf pertama )
Kata perbaikan memiliki makna proses dan nominal kedua memiliki makna benda umum.
3.      N didahului bilangan
a.       Dua pena (halaman 25 paragraf 3)
b.      Enam lembar kertas (halaman 25 paragraf 3)
c.       Dua unit telephon gengam (halaman 25 paragraf 3)
d.      Sembilan pejabat(halaman 27 paragraf 2)
e.       Enam orang (halaman 28 paragraf 7)
f.       Tujuh siswa (halaman 32 paragraf pertama)
Kata-kata yang dicetak miring diatas merupakan atribut sedangkan kata yang tidak dicetak miring merupakan kata nominal atau unsur pokok (UP).
Hubungan makna antar unsur-unsurnya
1.      Pembatas
a.       Anggota DPRD (halaman 32 paragraf  2)
Pada kata anggota DPRD unsur DPRD sebagai atribut yang berfungsi sebagai makna asal : anggota (dari) DPRD.  unsur atribut menjadi pembatas  bagi UP.
                
2.      Penentuan Atau Penunjuk
a.         Jalan ini
Unsur ini dalam frasa jalan ini bukan menyatakan penerang ataupu menyatakan hubungan makna pembatas, tetapi menyatakan hubungan makna petunjuk.
3.      Sebutan
a.       Drs basri mpd  (halaman )
Dalam frase Drs Basri Mpd Menyatakan makna nama gelar kesarjanaan
4.      Frasa bilangan
a.       Dua puluh ekor ikan nirwana (halaman 37 paragraf )
b.      sepuluh kilo gram Beras (halaman 28s paragraf )
c.       Dua kilo gram gula (halaman 28 paragraf )
Kata dua, sepuluh dalam frase-frase diatas termasuk golongan kata bilangan. Sedangkan kata ekor, kilo gram dalam frase-frase diatas termasuk golongan kata penyukat. Jadi frase bilangan tersebut terdiri unsur kata bilangan diikuti kata penyukat.
B.     Frasa eksosentrik
a.       Ramah tamah (halaman 24 paragraf 2)
1.      Eksosentrik derektif
a.       Sukses melaksanakan upacara penaikan bendera pagi harinya, demikian pula pada upacara penurunan bendera di sore harinya , upacara penurunan bendera terlihat khimat dan penuh semangat
b.      Beberapa orang saksi yang diduga mengetahui  kejadian itu(halaman 29 paragraf 7).
2.      Eksosentrik nonderektif
a.       Jalan kasusnya hampir menyerupai, sipelaku diduga tersinggung akibatnya dilarang berjoget(halaman 29 paragraf 6)
b.      Korban yang terkena tusukan senjata tajam dibagian punggung sebanyak dua kali langsung tgersungkur(halaman 29 paragraf 3)